AIR MATA PAHLAWAN Kenanglah kami dengan mata berlinang Agar bungamu memberi wewangian Jangan kenang kami sebagai orang-orang gugur Sebab kami tidak gugur sia-sia! Hati kami tetap hidup Darah kami masih memberi hidup tanah ini Jangan anggap kami diam Mata kami belum juga rabun! Masih ada tetes air mata di sini Masih ada tetes air mata di sana Bersama merekaYang dipasung ditengah kemerdekaan kami Dibelenggudiberangus Dimatikan dalam kehidupan Dan dibiarkan hidup dalam kematian Air mata kami terus mengalir Siapa yang peduli air mata ini? Isak tangis kami dalam berbagai peristiwa Sebab kepura-puraan membalas kesungguhan kami ! Dan ketidak pedulian menghinakan pengorbanan kami! IngatlahHai kalian yang hidup dari kematian kami Yang berjuang dengan kami Yang menangis dengan kami Dialah pewaris kami Yang dapat menghargai tetes air mata Pahlawan Bandung, 05 November 2002 KEMERDEKAAN Biarkan aku berteriakTentang kemerdekaan Semoga Langit mendengarkannya Jika bumi telah enggan mengerti makna Suaraku akan menembus awan Yang pasti menitikkan butir-butir kemerdekaan Di sini ada kegemparan Melebihi masa peperangan Kini pahlawan gentar Bagaimana meneruskan perjuangan? Orang-orang bijak tertegun Yang tak mengerti angkat bicara Kekusutan kekusutan kekusutan Tak kenal saudara Tiada rasa Lupa Bangsa Akankah teriakan ini menggetarkan hati? Untuk melihat Jati diri? Bangsa merdeka terjajah kembali Sebab tiada kendali diri Tiada cinta Tak kenal arti merdeka Bandung, 06 November 2002 BICARA KEADILAN DAN KEBENARAN Bicarakanlah kepadaku tentang keadilanHai orang-orang yang menegakkan keadilan Ceritakanlah kepada kami kebenaran Hai orang-orang yang menegakkan kebenaran Agar kami dengar bicaramu Dan kami perhatikan ceritamu Jauhkan canda itu Jauhkan tawa itu Ungkap dalam nestapa Ungkap dalam lara Dalam kecintaan akan bangsa yang menderita Bandung, 05 November 2002 BANGGA JADI BANGSA INDONESIA œ Saya bangga menjadi bangsa Indonesia Demikian kita berkata Sebagian besar informasi ini berasal langsung dari pro Harga Jual Blackberry iPhone Laptop Murah. Hati-hati membaca untuk mengakhiri hampir menjamin bahwa Anda akan tahu apa yang mereka ketahui.
œSaya bangga menjadi bangsa Indonesia Demikian anak-anak kita akan berkata œSaya bangga menjadi bangsa Indonesia Demikian anak-anak dari anak-anak kita akan berkata Kita memiliki kebanggaan yang sama Dari generasi ke generasiBangga menjadi Bangsa Indonesia Jika masa depan adalah sekarang Dan jika sekarang adalah giliran kita Jadilah sebuah bangsa, Namun sebuah bangsa yang terbaik Rebutlah masa depan bangsa kita Namun masa depan yang terbaik œ Saya bangga menjadi bangsa Indonesia Demikian kita berkata œSaya bangga menjadi bangsa Indonesia Demikian anak-anak kita akan berkata œSaya bangga menjadi bangsa Indonesia Demikian anak-anak dari anak-anak kita akan berkata Kita memiliki kebanggaan yang sama Dari generasi ke generasi Bangga menjadi Bangsa Indonesia Bandung, 24 -04- 2008 INDONESIA MEMANGGIL Haaaaaaiiiiii! Masih adakah orang yang mau berdiri untuk Indonesia? Masih adakah orang yang mau berseru untuk Indonesia? Masih adakah orang yang mau bertindak untuk Indonesia? Hening. Terjadi keheningan Masih hening. Keheningan untuk menetapkan sebuah keputusan Haaaaaaiiiiii! Masih adakah orang yang mau berdiri untuk Indonesia? Masih adakah orang yang mau berseru untuk Indonesia? Masih adakah orang yang mau bertindak untuk Indonesia? Dari keheningan tampillah jutaan orang(mereka adalah arang-orang yang dalam hatinya Indonesia telah lahir) Mereka menjawab, œIndonesia, untuk apakah kami berdiri ? œIndonesia, apa yang akan kami serukan? œIndonesia, tindakan apakah yang engkau harapkan? Indonesia berkata dalam keagungannya : œBerdirilah :Jadi Pandu ibumu! œBerserulah :Bangunlah jiwanya! bangunlah badannya! œBertindaklah :Untuk Indonesia Raya ! Tasikmalaya, 2010 TANDA MATA PAHLAWAN Berdiri aku di tepi pantai Di tepi pantai Indonesia Saya,Pantai, Dan hati yang bertanya-tanya Ke mana gerangan semua orang ? Ke mana mereka semuanya pergi ? Berdiri aku seorang diri .. Dengan tergesa-gesa seorang datang bergegas Dia menghampiriku Menatapku tegas Bara kepahlawanan dalam tatapannya Dia membentak, Menyentakku dengan perkataannya : œKE MANA PERGINYA SEMUA ORANG DI SINI ? Dengan membentak kujawab pula : œTIDAK ADA ORANG LAIN, HANYA SAYA SEORANG DIRI! Berkata ia penuh wibawa œ Saya harus segera pergi! œSebab kapal telah menanti! œKepadamu ku titipkan ini! Ku lihat apa yang dia beriAstaga !!! Pahlawantunggu dulu ! œSaya harus menjelaskan sesuatu1œBukankah ini adalah sebuah kehormatan ? œDan tanda mata kepahlawanan? Tetapi ia telah pergi Kapal dihampiri olehnyaMenderu dalam sekejap mata Berdiri aku Di tepi pantai perjuangan bangsaku Saya,Sebuah tanda mata, Dan hati yang telah membara. Tasikmalaya Februari 2011 DOA BAGI BANGSA Ya..Tuhan Yang Esa.. Pada-Mu kami percaya Berkatilah.negriku Indonesia Ya.. Tuhan Yang Esa.. Pada-Mu kami menghamba Berkatilahnegriku Indonesia Tasikmalaya, 2010
œSaya bangga menjadi bangsa Indonesia Demikian anak-anak kita akan berkata œSaya bangga menjadi bangsa Indonesia Demikian anak-anak dari anak-anak kita akan berkata Kita memiliki kebanggaan yang sama Dari generasi ke generasiBangga menjadi Bangsa Indonesia Jika masa depan adalah sekarang Dan jika sekarang adalah giliran kita Jadilah sebuah bangsa, Namun sebuah bangsa yang terbaik Rebutlah masa depan bangsa kita Namun masa depan yang terbaik œ Saya bangga menjadi bangsa Indonesia Demikian kita berkata œSaya bangga menjadi bangsa Indonesia Demikian anak-anak kita akan berkata œSaya bangga menjadi bangsa Indonesia Demikian anak-anak dari anak-anak kita akan berkata Kita memiliki kebanggaan yang sama Dari generasi ke generasi Bangga menjadi Bangsa Indonesia Bandung, 24 -04- 2008 INDONESIA MEMANGGIL Haaaaaaiiiiii! Masih adakah orang yang mau berdiri untuk Indonesia? Masih adakah orang yang mau berseru untuk Indonesia? Masih adakah orang yang mau bertindak untuk Indonesia? Hening. Terjadi keheningan Masih hening. Keheningan untuk menetapkan sebuah keputusan Haaaaaaiiiiii! Masih adakah orang yang mau berdiri untuk Indonesia? Masih adakah orang yang mau berseru untuk Indonesia? Masih adakah orang yang mau bertindak untuk Indonesia? Dari keheningan tampillah jutaan orang(mereka adalah arang-orang yang dalam hatinya Indonesia telah lahir) Mereka menjawab, œIndonesia, untuk apakah kami berdiri ? œIndonesia, apa yang akan kami serukan? œIndonesia, tindakan apakah yang engkau harapkan? Indonesia berkata dalam keagungannya : œBerdirilah :Jadi Pandu ibumu! œBerserulah :Bangunlah jiwanya! bangunlah badannya! œBertindaklah :Untuk Indonesia Raya ! Tasikmalaya, 2010 TANDA MATA PAHLAWAN Berdiri aku di tepi pantai Di tepi pantai Indonesia Saya,Pantai, Dan hati yang bertanya-tanya Ke mana gerangan semua orang ? Ke mana mereka semuanya pergi ? Berdiri aku seorang diri .. Dengan tergesa-gesa seorang datang bergegas Dia menghampiriku Menatapku tegas Bara kepahlawanan dalam tatapannya Dia membentak, Menyentakku dengan perkataannya : œKE MANA PERGINYA SEMUA ORANG DI SINI ? Dengan membentak kujawab pula : œTIDAK ADA ORANG LAIN, HANYA SAYA SEORANG DIRI! Berkata ia penuh wibawa œ Saya harus segera pergi! œSebab kapal telah menanti! œKepadamu ku titipkan ini! Ku lihat apa yang dia beriAstaga !!! Pahlawantunggu dulu ! œSaya harus menjelaskan sesuatu1œBukankah ini adalah sebuah kehormatan ? œDan tanda mata kepahlawanan? Tetapi ia telah pergi Kapal dihampiri olehnyaMenderu dalam sekejap mata Berdiri aku Di tepi pantai perjuangan bangsaku Saya,Sebuah tanda mata, Dan hati yang telah membara. Tasikmalaya Februari 2011 DOA BAGI BANGSA Ya..Tuhan Yang Esa.. Pada-Mu kami percaya Berkatilah.negriku Indonesia Ya.. Tuhan Yang Esa.. Pada-Mu kami menghamba Berkatilahnegriku Indonesia Tasikmalaya, 2010
No comments:
Post a Comment