MUMBAI, KOMPAS.com - Jumlah korban jiwa akibat tiga ledakan bom pekan lalu di kota Mumbai, India, telah naik jadi 20, setelah satu orang, yang cedera meninggal di rumah sakit, demikian dikatakan seorang petugas senior medis, Selasa (19/7/2011). Kepala Rumah sakit JJ, yang dikelola negara, TP Lahane, mengatakan kepada Press Trust of India (PTI), seorang pria yang berusia 45 tahun meninggal Selasa pagi waktu setempat. Jika Anda dasar apa yang Anda lakukan pada informasi yang tidak akurat, Anda mungkin akan tidak menyenangkan terkejut oleh konsekuensi. Pastikan Anda mendapatkan cerita
keseluruhan dari sumber-sumber informasi.
Tiga ledakan yang nyaris berbarengan saat jam sibuk Rabu lalu (13/7/2011) di pusat perdagangan permata dan tempat penjualan perhiasan di Mumbai selatan serta tempat ketiga di kota tersebut membuat lebih dari 130 orang cedera. Dua orang meninggal di rumah sakit pada akhir pekan. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ketiga serangan itu, yang pertama di ibu kota hiburan dan keuangan di India sejak serangan gerilyawan pada November 2008 menewaskan 166 orang. Kecurigaan tertuju kepada gerilyawan fanatik dalam negeri, Mujahidin India, yang telah menyatakan kelompok tersebut berada di belakang serangkaian serangan bom di seluruh India pada 2008, termasuk di ibu kota negeri itu, New Delhi. Polisi telah menyatakan mereka membuat kemajuan dan memiliki petunjuk kuat mengenai pemboman tersebut, yang melibatkan bom rakitan dari ammonium nitrat yang diletakkan di tempat metalik di jalan yang padat pengunjung.
Tiga ledakan yang nyaris berbarengan saat jam sibuk Rabu lalu (13/7/2011) di pusat perdagangan permata dan tempat penjualan perhiasan di Mumbai selatan serta tempat ketiga di kota tersebut membuat lebih dari 130 orang cedera. Dua orang meninggal di rumah sakit pada akhir pekan. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ketiga serangan itu, yang pertama di ibu kota hiburan dan keuangan di India sejak serangan gerilyawan pada November 2008 menewaskan 166 orang. Kecurigaan tertuju kepada gerilyawan fanatik dalam negeri, Mujahidin India, yang telah menyatakan kelompok tersebut berada di belakang serangkaian serangan bom di seluruh India pada 2008, termasuk di ibu kota negeri itu, New Delhi. Polisi telah menyatakan mereka membuat kemajuan dan memiliki petunjuk kuat mengenai pemboman tersebut, yang melibatkan bom rakitan dari ammonium nitrat yang diletakkan di tempat metalik di jalan yang padat pengunjung.
No comments:
Post a Comment