JAKARTA, KOMPAS.com " Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) yang digulirkan pemerintah tahun inidinilai tidak transparan. Dikhawatirkan, target produksi garam konsumsi sebesar 1,4 juta ton tidak tercapai. Koordinator Program Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Abdul Halim mengemukakan, anjoknya harga garam di sejumlah sentra produksidan realisasi produksiyang baru 310.683 ton (44,94 persen) hingga Agustus 2011menunjukkan kebijakan pergaraman nasional belum berjalan efektif. Informasi tentang
disajikan di sini akan melakukan salah satu dari dua hal: baik itu akan memperkuat apa yang anda ketahui tentang
atau akan mengajari Anda sesuatu yang baru. Keduanya hasil yang baik.
Sementara itu, petani di sejumlah sentra-sentra produksi belum mendapat dukungan sarana untuk berproduksi optimal. Transparansi dalam Program Pugar mutlak dilakukan,ujar Halim, Minggu (18/9/2011) di Jakarta. Rendahnya produksi garam, menurut Halim,menyebabkan hampir mustahil mengejar target produksi 1 juta ton dalam sisa dua bulan masa panen.Masa panen diprediksi berakhir bulan Oktober 2011. Tahun 2011 anggaran Pugar diperuntukkan bagi pengembangan 40 kabupaten/kota dengan sembilansentra usaha garam. Sembilan sentra garam itu meliputi Kabupaten Cirebon dan Indramayu (Jawa Barat); Rembang dan Pati (Jawa Tengah); Tuban, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep (Jawa Timur); dan Kabupaten Nagekeo (Nusa Tenggara Timur).
Sementara itu, petani di sejumlah sentra-sentra produksi belum mendapat dukungan sarana untuk berproduksi optimal. Transparansi dalam Program Pugar mutlak dilakukan,ujar Halim, Minggu (18/9/2011) di Jakarta. Rendahnya produksi garam, menurut Halim,menyebabkan hampir mustahil mengejar target produksi 1 juta ton dalam sisa dua bulan masa panen.Masa panen diprediksi berakhir bulan Oktober 2011. Tahun 2011 anggaran Pugar diperuntukkan bagi pengembangan 40 kabupaten/kota dengan sembilansentra usaha garam. Sembilan sentra garam itu meliputi Kabupaten Cirebon dan Indramayu (Jawa Barat); Rembang dan Pati (Jawa Tengah); Tuban, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep (Jawa Timur); dan Kabupaten Nagekeo (Nusa Tenggara Timur).
No comments:
Post a Comment