Sunday, May 22, 2011

Sukawi: FIFA dan KN Langgar Aturan

Artikel berikut menyajikan informasi yang sangat terbaru tentang
. Jika Anda memiliki minat khusus dalam
, maka artikel ini informatif diperlukan membaca.
SEMARANG, KOMPAS.com " Mantan anggota Komite Normalisasi (KN) PSSI, Sukawi Sutarip, menegaskan, kegagalan Kongres PSSI disebabkan FIFA dan Komite Normalisasi melanggar aturan.

Ditemui di Semarang, Minggu (22/5/2011), Sukawi menjelaskan kronologi jalannya kongres yang gagal. Menurut dia, sebenarnya Komite Normalisasi PSSI hanya memiliki wewenang sebagai penyelenggara kongres dan tidak berhak mengarahkan kongres.

"Misalnya dalam kasus Pak Toisutta dan Pak Panigoro. Jika dikembalikan ke statuta FIFA, dua orang itu tak ada masalah. Namun, Pak Agum berpedoman kepada surat dari FIFA, bukan statuta FIFA. Padahal, aturan tertinggi adalah statuta," kata Sukawi.

Penyebutan kelompok 78 sendiri dinilainya juga tendensius karena sesungguhnya yang menghendaki diberlakukannya statuta FIFA adalah peserta kongres, bukan kelompok 78.

Sebagai mantan anggota KN, Sukawi Sutarip mengaku bersikap netral."Sejak masih menjadi anggota KN dulu saya sudah mengingatkan Pak Agum agar berpedoman kepada statuta FIFA, tetapi tidak pernah digubris. Malah saya diganti tanpa pemberitahuan, tanpa surat," terangnya.

Dalam penuturannya, Sukawi menjelaskan, awal deadlock-nya kongres adalah karena berkali-kali Agum Gumelar selaku pemimpin sidang hendak memutuskan sesuatu tanpa meminta persetujuan peserta kongres.

Jika Anda dasar apa yang Anda lakukan pada informasi yang tidak akurat, Anda mungkin akan tidak menyenangkan terkejut oleh konsekuensi. Pastikan Anda mendapatkan cerita
keseluruhan dari sumber-sumber informasi.

Para peserta kemudian meminta agar keputusan yang hendak diambil ditawarkan terlebih dulu. Jika mendapat persetujuan peserta sidang, barulah palu dapat diketuk. "Kalau saya sendiri sebagai orang netral, tak peduli siapa yang hendak dipilih. Pak Arifin maupun Pak Toisutta juga belum tentu terpilih. Tapi taati dulu mekanisme dan aturan FIFA," katanya.

FIFA Melanggar

FIFA sendiri juga melanggar aturan yang mereka buat. FIFA mengeluarkan statuta, tetapi justru menganulir pencalonan Arifin Panigoro dan George Toisutta yang saat itu pencalonannya dianulir oleh Komisi Banding PSSI Nurdin Halid.

"Ketika FIFA tidak mengakui semua keputusan yang dihasilkan PSSI Pak Nurdin Halid, harusnya juga menganulir keputusan Komisi Banding dari Pak Tjipta Lesmana. Ini kan FIFA melanggar aturan yang dibuatnya sendiri," kata Sukawi Sutarip.

Termasuk soal alasan FIFA yang menyebutkan George Toisutta dan Arifin Panigoro terlibat dalam Liga Primer Indonesia (LPI), jika ditelaah lebih jauh, kedua orang itu tidak terlibat secara langsung.

Mereka memang ikut mendanai klub-klub dalam LPI. Namun, menurut Sukawi, jika itu yang menjadi alasan, juga tidak tepat karena yang didanai bukan hanya klub-klub di LPI, tetapi juga klub-klub di luar LPI.

"Jika sampai PSSI kena sanksi dari FIFA, yang harus bertanggung jawab adalah pimpinan sidang dalam kongres yang notabene adalah pimpinan KN. Sebab, tugas KN sesungguhnya hanya memfasilitasi peserta kongres. Ini yang tidak disadari dan tidak tersampaikan oleh media," katanya.

Saat ini Pengurus Provinsi PSSI Jawa Tengah dan peserta kongres yang lain masih menunggu apakah akan ada kongres luar biasa. Namun, Sukawi berharap, jika kongres kembali dilaksanakan, harus mengacu kepada statuta FIFA."Kita kumpul, duduk bersama menetapkan tata tertib kongres, baru melaksanakan pemilihan. Jangan langsung main ambil keputusan," katanya.

Nah, itu tidak sulit sama sekali, bukan? Dan kau telah menerima banyak pengetahuan, hanya dari mengambil beberapa waktu untuk penelitian kata seorang pakar di
.

Saturday, May 21, 2011

Juventus Hampir Pasti Dapatkan Bastos

Apakah Anda pernah bertanya-tanya apakah apa yang Anda tahu tentang
akurat? Perhatikan paragraf berikut dan membandingkan apa yang Anda ketahui untuk info terbaru di
.
LYON, KOMPAS.com " Pemain sayap Lyon, Michel Bastos, kemungkinan besar akan menjadi milik Juventus dalam beberapa hari mendatang. Demikian disampaikan agen Bastos, Emmanuel De Kerchove.

Anda tidak dapat mempertimbangkan semua yang anda hanya membaca untuk menjadi informasi penting tentang
. Tapi jangan heran jika Anda menemukan diri Anda mengingat dan menggunakan informasi ini sangat dalam beberapa hari mendatang.

"Ini merupakan berita bagus saat musim menjelang akhir. Saya pikir Bastos akan menjadi pemain Juventus. Dalam sepuluh hari akan ada berita soal itu," kata De Kerchove.

Menurut Tuttsosport, nilai transfer Bastos berkisar 15-20 juta euro, atau sekitar Rp 181-Rp 241 miliar. (TTS)

Nah, itu tidak sulit sama sekali, bukan? Dan kau telah menerima banyak pengetahuan, hanya dari mengambil beberapa waktu untuk penelitian kata seorang pakar di
.

Friday, May 20, 2011

Dirut Dexa Terima Sumsel Business Award

Artikel menarik alamat beberapa isu kunci tentang
. Pembacaan yang cermat bahan ini bisa membuat perbedaan besar dalam bagaimana Anda berpikir tentang
.
PALEMBANG, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Dexa Medica, Ir. Ferry Soetikno, MSc,MBA menerima Sumsel Business Award 2011 Kategori Pelaku Bisnis- Bidang Manufaktur yang diserahkan pada 20 Mei 2011, di Hotel Aryaduta, Palembang-Sumatera Selatan.

œPenghargaan ini perlu kita syukuri, sebab komitmen perusahaan farmasi nasional PT Dexa Medica yang didirikan di Palembang untuk menyediakan obat-obatan yang berkualitas mendapat apresiasi dari berbagai pihak, jelas Ferry Soetikno usai menerima penghargaan SumSel Business Award 2011.

Penghargaan ini diberikan oleh harian Radar Palembang sebagai bentuk apresiasi yang tinggi kepada para pelaku Bisnis, Kepala Daerah Otonom yang mendorong pertumbuhan bisnis, dan kepada para tokoh Inspiratif. Ada tiga kategori penghargaan yaitu: Penghargaan untuk Pelaku Bisnis, Penghargaan untuk Supporting Business dan Penghargaan untuk Tokoh Inspiratif. Ini untuk kedua kalinya, Direktur Utama PT Dexa medica menerima SumSel Business Award, Bidang Manufaktur. Penghargaan serupa pernah diterima pada 27 April 2007.

Dexa Medica yang didirikan pada tahun 1969 di Palembang oleh Drs.Rudy Soetikno, Apt bersama sejumlah rekan, dari tahun ke tahun terus mengembangkan produk obat-obatan, tidak saja untuk memenuhi kebutuhan pasar obat dalam negeri, tetapi juga diekspor ke 15 negara di kawasan Asean dan Afrika. Ekspor perdana Dexa Medica dilakukan pada tahun 1993 ke pasar Myanmar.

Mereka dari Anda tidak akrab dengan yang terakhir pada
sekarang memiliki setidaknya pemahaman dasar. Tapi ada lagi yang akan datang.

Komitmen Dexa Medica untuk mengabdikan keahliannya di bidang kesehatan- tertuang dalam salah satu nilai dasar perusahaan yaitu Expertise for the Promotion of Health. Obat-obat yang banyak dibutuhkan masyarakat terus diproduksi dengan kualitas yang tinggi. Pada 28 Maret 2011, Dexa Medica menyelesaikan renovasi pabrik untuk memastikan, agar senantiasa compliance dengan persyaratan current Good Manufacturing Practices (GMP) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Dra.Kustantinah, Apt, M.App.Sc berkenan meresmikan fasilitas baru tersebut. Dexa Medica juga telah mendapat sertifikat ISO 9001:2000 dan ISO 14001:2004 dari SGS yang diserahkan pada 20 Agustus 2007.

Di bidang riset, Dexa Medica memiliki pusat riset yaitu Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS)-di mana periset putra-putri terbaik bangsa melakukan penelitian yang didukung dengan teknologi tinggi dan modern. Pada awal 2011, DLBS meluncurkan 3 produk unggulannya yaitu: DISOLF, INLACIN dan PHALECARPS. Pada Mei 2011 ini, kembali DLBS meluncurkan produk hasil risetnya yaitu Vitafem Free Me yang diindikasikan untuk Premenstrual Syndrome (PMS).

Dexa Medica juga mendukung program-program pemerintah, misalnya program pengadaan Obat Generik Berlogo (OGB). Sejak 1991, Dexa Medica memproduksi OGBdexa. Ini keputusan yang strategis untuk mendukung pengadaan OGB yang berkualitas dengan harga terjangkau. Range produk OGBdexa hampir menjangkau semua jenis terapi mulai dari antihipertensi, antikolesterol, anti-diabetes, antibiotik, antipiretik, antijamur, antivirus, antimual, dan lain-lain. OGBdexa tersedia dalam berbagai jenis sediaan, yaitu oral (tablet, kapsul, sirup), injeksi (ampul, vial, infus), maupun topikal (krim).

Dinamika kemajuan perusahaan, juga diikuti dengan kepedulian sosial. Sebagai bentuk deal with care, melalui wadah dharma dexa, beragam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dibidang peningkatan kesehatan dan pendidikan dilakukan tidak saja di Palembang, tetapi juga di berbagai wilayah di Indonesia. Belum lama ini, Dharma Dexa memberikan sumbangan pembangunan tiga halte bus Trans Musi yang berlokasi di jalan-jalan strategis di kota Palembang. Secara simbolis sumbangan tersebut diserahkan kepada Walikota Palembang-Sumatera Selatan, Eddy Santana Putra pada 28 Maret 2011.

Mengukir Beragam PrestasiBeragam penghargaan dan prestasi nasional dan internasional pernah diperoleh Dexa Medica antara laian: Penghargaan Manggala Karya Bakti Husada yang diserakan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Boediono, di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta (3 Desember 2010). Anugerah Primaniyarta Award, Kategori Pembangun Merek Global dari Presiden Republik IIndonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (5 Oktober 2005).Produk Dexa Medica yang dipasarkan di Nigeria yaitu BOSKA meraih penghargaan The West African Branding Excellence Awards dari The Institute of Brand Management of Nigeria-IBMN ( 8 April 2009).

Pada tahun 2005, President Director Dexa Medica, Rudy Soetikno, memperoleh ISFI Award yang diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI. Pada tahun yang sama Managing Director Dexa Medica, Ir. Ferry Soetikno, MSc.,MBA terpilih sebagai The Best CEO 2005. Gubernur Sumatera Selatan memberikan Penghargaan kepada Dexa Medica atas kerja sama dan kepeduliannya bagi para siswa yang mengikuti pelatihan di BLKI Propinsi Sumatera Selatan (25 April 2008). Memperoleh Sumatera Selatan Business Award 2007. Dexa Medica terpilih sebagai Employer of Choice pada 2007.

Luangkan waktu untuk mempertimbangkan poin-poin di atas. Apa yang Anda pelajari dapat membantu Anda mengatasi keraguan Anda untuk mengambil tindakan.

Pelanggan Listrik Prabayar 1,7 Juta

Jadi apa yang
benar-benar semua tentang? Laporan berikut termasuk beberapa informasi menarik tentang
- info bisa anda gunakan, bukan hanya barang lama yang mereka gunakan untuk memberitahu Anda.
JAKARTA, KOMPAS.com " Jumlah pelanggan listrik prabayar PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah mencapai 1,7 juta sambungan. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai pengguna listrik prabayar terbesar kedua di dunia setelah Afrika.

"Sebagian besar pelanggan listrik prabayar merupakan kelompok pelanggan kecil dan menengah," kata Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PT PLN Murtaqi Syamsuddin dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (18/5/2011) di Jakarta.

Jika Anda menemukan diri Anda bingung dengan apa yang Anda sudah membaca hingga saat ini, jangan putus asa. Semuanya harus jelas pada saat Anda selesai.

Menurut Murtaqi, pesatnya pertambahan jumlah pelanggan listrik prabayar dalam tempo singkat mendapat apresiasi banyak negara karena merupakan salah satu upaya konservasi energi.

Tingginya minat masyarakat disebabkan listrik prabayar memiliki banyak manfaat bagi pelanggan. Selain tidak perlu didatangi petugas, listrik prabayar juga menghindari kesalahan pencatatan meteran dan membuat tagihan listrik lebih terkontrol.

Dari sisi PLN, kata Murtaqi, program ini juga memberi banyak keuntungan. Selain menghindari tunggakan pembayaran tagihan listrik, program ini dapat menghemat biaya penagihan dan mengurangi jumlah petugas pencatat meteran.

Kadang-kadang sulit untuk memilah-milah semua rincian yang terkait dengan hal ini, tapi aku positif Anda tidak akan kesulitan untuk memahami informasi yang disajikan di atas.

Thursday, May 19, 2011

Rampok Bodoh Ini Cuma Ambil Rp 460 Juta

Satu-satunya cara untuk mengikuti terbaru tentang
adalah untuk terus tinggal di mencari informasi baru. Jika Anda membaca segala sesuatu yang Anda temukan tentang
, itu tidak akan memakan waktu lama bagi Anda untuk menjadi otoritas yang berpengaruh.
JAKARTA, KOMPAS.com - Yulizar Simbolon, sopir pengangkut uang milik Bank Central Asia (BCA), diduga kuat menjadi dalang perampokan uang Rp 460 Juta. Ia yang merencanakan sandiwara perampokan itu.

Demikian diungkapkan sumber di Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim). Mengutip penjelasan Yulizar saat diperiksa, sumber tersebut menjelaskan, peristiwa berawal saat mobil Grand Max warna silver, B-9713-FH, meluncur dari kantor perusahaan pengamanan berinisial Arm di Jalan Sunan Giri, Rawamangun, Jaktim, ke Kantor Cabang Utama BCA di Jalan Paus, Rawamangun. Di sana, mobil memuat uang delapan karung senilai Rp 3,7 miliar.

Minggu (15/5/2011) pukul 16.00 WIB, mobil yang dikemudikan Yulizar meluncur membawa Ahmad Suwarto dan Hendrik Gunawan dari perusahaan pengamanan Arm, dan staf pencatat uang BCA, Zulfikar, beserta delapan karung uang. Mobil meluncur ke beberapa lokasi mesin anjungan tunai mandiri (ATM) BCA.

Setelah mengisi uang di mesin ATM di Pondok Gede, Jaktim, dan mengisi uang di satu mesin ATM lainnya, sampailah mereka di lokasi mesin ATM di Buaran, Pondok Kopi, Jaktim.

Usai mengisi uang di mesin ATM di sana, Yulizar mengajak Hendrik merampok. Hendrik setuju. Yulizar lalu merancang sandiwara perampokan. Ia lalu menghubungi seorang pria, yang katanya anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya.

Pria itu datang dengan memakai rompi hitam. Untuk meyakinkan Hendrik, pria itu mengaku kenal dengan sejumlah anggota Brimob di Detasemen A di Cipinang, Jaktim, Detasemen B di Bekasi, dan Detasemen C di Cikarang, Tangerang.

Pria tersebut lalu menghubungi dua rekannya, yang katanya juga anggota Brimob. Kepada kedua temannya, pria itu meminta mereka menunggu di lokasi mesin ATM di Apotik Tania, Jalan Robusta Raya nomor 9, Pondok Kopi, Jaktim.

Dari lokasi mesin ATM di Buaran, mobil meluncur ke mesin ATM, yang berlokasi di Apotik Tania. Saat itu, Hendrik menggantikan Yulizar mengemudi. Di tengah duduk pria yang mengaku anggota Brimob, sedang di pinggir, duduk Yulizar. Ketiganya duduk di depan, sedang pengawal Ahmad Suwarto dan staf pencatat Zulfikar dari BCA, duduk di belakang.

Menurut Satpam apotik, Hardi (33), yang ditemui, Kamis (19/5/2011) sore, mobil datang Minggu, pukul 21.45 WIB. Mobil parkir di halaman dalam apotik dengan moncong mobil menghadap ke jalan.

Yulizar keluar mobil dan duduk di bangku teras apotik. Pengawal Ahmad Suwarto dan staf pencatat Zulfikar dari BCA, masuk ke apotik mengisi uang di mesin ATM. Hendrik duduk di bangku kemudi bersama seorang pria, yang mengaku anggota Brimob. Mesin mobil dibiarkan menyala.

Bagaimana Anda bisa mencanangkan batas belajar lebih banyak? Bagian berikutnya mungkin berisi bahwa salah satu sedikit kebijaksanaan yang mengubah segalanya.

Tak berapa lama, datang dua pria, kawan pria yang mengaku anggota Brimob. Kedua pria masuk mobil. Mobil pun kabur bersama uang tunai Rp 2,3 miliar. Hendrik dibuat seolah-olah diculik dan dipaksa melarikan mobil ke Jatibening.

Tiga saksi - seorang tukang sate, seorang penjual majalah, yang mangkal di apotik, serta juru parkir melihat, Yulizar hanya bengong waktu mobil dibawa kabur.

Senin (16/5/2011) pukul 02.00 WIB, mobil dilihat seorang saksi, Satpam, di Jatibening 1, Pondok Gede. Saat ditemukan, Hendrik terikat sabuk pengaman di bangku sopir. Kepalanya terluka. Hendrik mengaku, kepalanya luka karena digetok pistol pelaku.

Aneh

Anehnya, ketiga pria hanya mengambil sekarung uang sebanyak Rp 460 juta. Sisanya, uang sebanyak Rp 1,6 miliar dibiarkan tetap di mobil bersama Hendrik yang terikat. "Inilah yang menjadi tanda tanya kita," kata Kapolsek Metro Duren Sawit, Jaktim, Komisaris Titik Setyowati Senin lalu.

Kejanggalan lainnya, Polsek Metro Duren Sawit sempat menetapkan Yulizar dan Hendrik sebagai tersangka, tetapi kemudian dianulir oleh Polres Metro Jaktim setelah kasus dilimpahkan ke Polres Metro Jaktim.

Polsek Metro Duren Sawit sebelumnya yakin, bahwa Yulizar diduga kuat menjadi dalang sandiwara perampokan. Hal ini sesuai pengakuan Yulizar saat diperiksa di Polsek Metro Duren Sawit.

Pengakuan tersebut cocok dengan yang terjadi di lapangan, terutama setelah Polsek Metro Pondok Gede, Jaktim, melaporkan temuan mobil ke Polsek Metro Duren Sawit.

Kepada polisi, Yulizar juga mengatakan, rencananya, uang Rp 460 juta akan dibagi berlima, yaitu dia, Hendrik, dan ketiga pria yang mengaku Brimob.

Tentang hal ini, pimpinan Polsek Metro Duren Sawit, Polres Metro Jaktim, sampai Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jendral Sutarman, tak mau berkomentar. Alasannya, polisi masih mengembangkan penyelidikan.

Saat diperiksa, Hendrik masih bungkam. Ia mengaku, telepon selularnya dirampas ketiga pria yang membawa kabur uang Rp 460 juta. Polisi pun kesulitan menyisir seluruh komunikasi, yang pernah dilakukan Hendrik lewat telepon selularnya.

Jangan membatasi diri Anda sendiri dengan menolak untuk mempelajari rincian tentang
. Semakin banyak Anda tahu, semakin mudah akan fokus pada apa yang penting.

Vonis 11 Anggota DPRD Madiun Ditunda

Dalam dunia sekarang ini, tampaknya hampir semua topik terbuka untuk diperdebatkan. Sementara aku sedang mengumpulkan fakta untuk artikel ini, saya cukup terkejut menemukan beberapa masalah yang saya pikir diselesaikan sebenarnya masih dibicarakan secara terbuka.
MADIUN, KOMPAS.com " Majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Madiun menunda persidangan dengan agenda pembacaan vonis bagi 11 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Madiun periode 1999-2004 dalam perkara dugaan korupsi anggaran operasional dewan, dengan nilai kerugian negara Rp 5,3 miliar. Alasannya, hakim belum selesai menyusun materi vonis.

Pemimpin sidang hakim Arif Budi Cahyono mengatakan, persidangan yang seharusnya digelar Kamis (19/5/2011) terpaksa ditunda dan akan dilajutkan pada 31 Mei 2011. Belum siapnya materi putusan disebabkan banyaknya materi yang terungkap dalam persidangan yang harus ditelaah secara serius oleh majelis hakim.

"Ada 23 item mata anggaran yang didakwakan dalam perkara dugaan korupsi ini, ditambah dengan keterangan dari 11 terdakwa anggota DPRD Kota Madiun periode 1999-2004 yang harus ditelaah," ujar Arif Budi Cahyono dalam sidang dengan agenda pembacaan penundaan putusan.

Sidang dengan agenda pembacaan penundaan putusan itu tidak dihadiri tiga dari 11 terdakwa. Mereka yang tidak hadir adalah Ali Sholah Barakbah, Gatot Trianto, dan Isnanto A Ismat. Ketiganya beralasan sakit, dengan bukti berupa surat keterangan sakit dari dokter masing-masing yang memeriksa terdakwa.

Adapun delapan terdakwa yang hadir adalah Wisnu Suwarto Dewo, Yohanes Sinulingga, R Muhkun, Adam Suparno, Supranowo, Soewarsono, Wimbo Hartoyo, dan Suhadi. Para terdakwa ini didampingi penasihat hukum Muhammad Wildan.

Jika Anda menemukan diri Anda bingung dengan apa yang Anda sudah membaca hingga saat ini, jangan putus asa. Semuanya harus jelas pada saat Anda selesai.

Arif Budi Cahyono meminta para terdakwa yang hadir atau penasihat hukumnya supaya memberitahukan kepada terdakwa yang tidak hadir di persidangan mengenai penundaan pembacaan putusan dan agenda pada 31 Mei 2011.

Sebelumnya, pada sidang dengan agenda pembacaan tuntutan yang digelar pada 30 Maret 2011, sebanyak 11 anggota DPRD Kota Madiun periode 1999-2004 itu dituntut hukuman dua tahun penjara dan denda masing-masing Rp 50 juta. Mereka juga diminta mengembalikan uang kepada negara rata-rata Rp 200 juta per orang atau diganti dengan tambahan hukuman penjara selama satu tahun.

Tim jaksa penuntut dari Kejaksaan Negeri Kota Madiun, yakni Sudarsana, Mohammad Safir, dan Dayu Novi, menyatakan, berdasarkan bukti-bukti yang diajukan ke muka persidangan serta keterangan saksi, 11 terdakwa dinyatakan tidak terbukti melakukan perbuatan sebagaimana pada dakwaan primer, yakni melanggar Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 18 Ayat 1 Huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 jo Pasal 6 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Namun, jaksa menyatakan, terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi dan melakukan perbuatan korupsi sebagaimana tertuang pada dakwaan subsider, yakni melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Ayat 1 Huruf B UU No 31/1999 sebagaimana diubah menjadi UU No 20/2001 tentang tindak pidana korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 jo Pasal 6 KUHP.

Selain dituntut hukuman penjara masing-masing 2 tahun, denda Rp 50 juta, dan harus mengembalikan uang negara rata-rata Rp 200 juta, mereka juga dituntut dengan hukuman subsider 4 bulan penjara dan dibebani biaya perkara.

Jaksa juga meminta kepada majelis hakim, apabila tuntutannya dikabulkan, dalam waktu satu bulan setelah adanya putusan yang memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah), harta benda terdakwa bisa disita untuk membayar uang pengganti. Akan tetapi, apabila tidak memiliki uang pengganti, terdakwa harus menjalani hukuman selama satu tahun penjara.

Sekarang mungkin saat yang tepat untuk menuliskan poin-poin utama tercakup di atas. Tindakan meletakkannya di atas kertas akan membantu Anda mengingat apa yang penting tentang
.

Wednesday, May 18, 2011

43 Museum Meriahkan Hari Museum Sedunia

Jalan terbaik tindakan untuk mengambil kadang-kadang tidak jelas sampai Anda telah terdaftar dan dianggap alternatif Anda. Paragraf berikut ini akan membantu petunjuk Anda ke apa yang para ahli pikir signifikan.
JAKARTA, KOMPAS.com " Sebanyak 43 museum di wilayah DKI Jakarta turut memeriahkan peringatan Hari Museum Sedunia yang puncaknya digelar di Museum Fatahillah, Jakarta, Rabu (18/5/2011).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, bertepatan dengan Hari Museum Sedunia pada 18 Mei, pihaknya menyelenggarakan Festival Museum Day dengan tema "Museum and Memory" di Taman Museum Fatahillah, Kawasan Kota Tua, Jakarta.

"Sekitar 43 museum yang ada di Jakarta turut memeriahkan festival ini," katanya.

Festival itu digelar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Benar-benar ide yang baik untuk menyelidiki sedikit lebih dalam subjek
. Apa yang Anda pelajari dapat memberikan kepercayaan diri yang Anda butuhkan untuk usaha di daerah baru.

Ada 15 SMP dan SMA yang diundang. Mereka sekaligus menjadi peserta dalam festival tersebut.

"Para remaja memang menjadi target pengunjung festival ini untuk meningkatkan kecintaan mereka terhadap museum," kata Arie Budhiman.

Para pejabat terkait, pelajar, guru, dan pengunjung telah menandatangani spanduk sepanjang 200 meter sebagai simbol dukungan Gerakan Nasional Cinta Museum 2010-2014 yang digalang Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Selain pameran, Festival Museum Day juga diisi dengan acara bincang-bincang Quo Vadis Museum, hasil kerja sama Bank Indonesia dan Komunitas Jelajah.

Berbagai macam lomba, penampilan grup kesenian tradisional Betawi, hingga jajanan khas Betawi juga disuguhkan dalam festival tersebut.

Jangan membatasi diri Anda sendiri dengan menolak untuk mempelajari rincian tentang
. Semakin banyak Anda tahu, semakin mudah akan fokus pada apa yang penting.